HabaPos | Kementerian Luar Negeri Indonesia menuturkan, sejauh ini tidak ada
Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam ledakan di
Brussels, Belgia. Namun, Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Brussels
masih terus mencari informasi terkait insiden tersebut.
"Hingga kini tidak ada WNI yang menjadi korban peristiwa tersebut. KBRI Brussels akan terus melakukan penelusuran dan mengamati perkembangannya. Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data Kemlu terdapat sekitar 1.630 WNI di Brussels dan Luxemburg," bunyi siaran pers Kemlu yang diterima SIndonews pada Selasa (22/3).
Lokasi ledakan kedua yang menghantam stasiun metro Maelbeek diketahui berlokasi tidak jauh dari KBRI Brussels. Menurut siaran pers Kemlu, stasiun metro Maelbeek hanya berjarak enam kilometer dari KBRI.
Seperti dilaporkan sebelumnya, dua ledakan menghantam ruang keberangkatan Bandara Brussels. Ledakan terjadi empat hari setelah penangkapan tersangka pelaku serangan teror Paris di Brussels.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, ledakan terjadi di dekat konter American Airlines di departure hall. Saksi juga menyebut, beberapa saat sebelum kejadian, sempat terdengar letupan senjata api dan sejumlah teriakan dalam bahasa Arab. Otoritas bandara telah mengamankan lokasi dan mendirikan crisis center. (sindonews.com)
"Hingga kini tidak ada WNI yang menjadi korban peristiwa tersebut. KBRI Brussels akan terus melakukan penelusuran dan mengamati perkembangannya. Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data Kemlu terdapat sekitar 1.630 WNI di Brussels dan Luxemburg," bunyi siaran pers Kemlu yang diterima SIndonews pada Selasa (22/3).
Lokasi ledakan kedua yang menghantam stasiun metro Maelbeek diketahui berlokasi tidak jauh dari KBRI Brussels. Menurut siaran pers Kemlu, stasiun metro Maelbeek hanya berjarak enam kilometer dari KBRI.
Seperti dilaporkan sebelumnya, dua ledakan menghantam ruang keberangkatan Bandara Brussels. Ledakan terjadi empat hari setelah penangkapan tersangka pelaku serangan teror Paris di Brussels.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, ledakan terjadi di dekat konter American Airlines di departure hall. Saksi juga menyebut, beberapa saat sebelum kejadian, sempat terdengar letupan senjata api dan sejumlah teriakan dalam bahasa Arab. Otoritas bandara telah mengamankan lokasi dan mendirikan crisis center. (sindonews.com)
HabaPos | Jakarta - 13 jenazah korban kecelakaan helikopter
Bell 412 ED di perkebunan Kasiguncu, Poso Pesisir, Kabupaten Poso,
Sulawesi Tengah, rencananya akan diidentifikasi di RS Polri Kramatjati,
Jakarta Timur.
Kepala instalasi forensik RS Polri Ajun Komisaris Besar Jayus Suryanta mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu 13 jenazah yang diterbangkan dari Palu, Sulawesi Tengah. Nantinya setiap jenazah akan melalui tahapan yang sama untuk mengidentifikasinya, yaitu ante mortem dan post mortem.
Kepala instalasi forensik RS Polri Ajun Komisaris Besar Jayus Suryanta mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu 13 jenazah yang diterbangkan dari Palu, Sulawesi Tengah. Nantinya setiap jenazah akan melalui tahapan yang sama untuk mengidentifikasinya, yaitu ante mortem dan post mortem.
"Kita masih tunggu. Jenazah berangkat dari jam 12.00 WITA. Nanti semua lewati prosedur ante mortem dan post mortem. Sampai saat ini kita terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk data-data," kata Jayus saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (21/3/2016) siang.
Menurut perwira menengah polisi ini, sekali pun seluruh jasad dikenali, namun proses identifikasi melalui ante mortem dan post mortem sudah menjadi standar DVI internasional dan nasional. Sampai saat ini, sambung Jayus, belum ada pihak keluarga yang menyerahkan data ante mortem.
"Sekali pun dikenali juga tetap harus dan itu sudah prosedur DVI internasional dan nasional. Sampai saat ini saya di posko ante mortem belum ada keluarga," beber Jayus.
Helikopter jenis Bell 412 EP dengan nomor HA-5171 itu jatuh sekitar pukul 18.30 WITA. Dugaan sementara, helikopter yang ditumpangi Danrem 132 Tadulako Kolonel Saiful Anwar dan 12 penumpang lainnya itu jatuh setelah tersambar petir akibat cuaca buruk di TKP. Akibatnya seluruh penumpang meninggal dunia.
Mereka adalah Kolonel Infanteri Saiful Anwar (Komandan Korem 132/Tadulako), Letnan Kolonel CPM Teddy S Prapat (Komandan POM Palu), Kolonel Ontang (Badan Intelijen Negara), Kolonel Heri Setiaji (Badan Intelijen Strategis), Kapten CKM Yanto (Kepala Kesehatan Kodim 1307/Poso), Mayor Infanteri Faqih Rasyid (Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako, Sulteng). (liputan6.com)
Menurut perwira menengah polisi ini, sekali pun seluruh jasad dikenali, namun proses identifikasi melalui ante mortem dan post mortem sudah menjadi standar DVI internasional dan nasional. Sampai saat ini, sambung Jayus, belum ada pihak keluarga yang menyerahkan data ante mortem.
"Sekali pun dikenali juga tetap harus dan itu sudah prosedur DVI internasional dan nasional. Sampai saat ini saya di posko ante mortem belum ada keluarga," beber Jayus.
Helikopter jenis Bell 412 EP dengan nomor HA-5171 itu jatuh sekitar pukul 18.30 WITA. Dugaan sementara, helikopter yang ditumpangi Danrem 132 Tadulako Kolonel Saiful Anwar dan 12 penumpang lainnya itu jatuh setelah tersambar petir akibat cuaca buruk di TKP. Akibatnya seluruh penumpang meninggal dunia.
Mereka adalah Kolonel Infanteri Saiful Anwar (Komandan Korem 132/Tadulako), Letnan Kolonel CPM Teddy S Prapat (Komandan POM Palu), Kolonel Ontang (Badan Intelijen Negara), Kolonel Heri Setiaji (Badan Intelijen Strategis), Kapten CKM Yanto (Kepala Kesehatan Kodim 1307/Poso), Mayor Infanteri Faqih Rasyid (Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako, Sulteng). (liputan6.com)
HabaPos | Jakarta- Mabes TNI menyatakan helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell
412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh di atas perkebunan di Kelurahan
Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3/2016),
diduga karena faktor cuaca.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman menyatakan, saat helikopter itu jatuh, cuaca dalam kodisi hujan.
"Penyebab kecelakaan sementara diduga karena faktor cuaca. Cuaca di
sana mendekati pendaratan di stadiun sepakbola di Poso itu dalam keadaan
hujan," kata Tatang di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Minggu malam.
Tatang menyatakan, helikopter itu berangkat dari Desa Napu menuju Poso sekitar pukul 17.20.
Namun, sekitar pukul 17.55, helikopter tersebut jatuh di atas
perkebunan Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah.
Pihak TNI menyatakan, sebanyak 13 penumpang helikopter itu tewas.
Korban tewas yang dirilis Mabes TNI, yakni Danrem 132/Tadulako Kol Inf
Saiful Anwar, Mayor Inf Faqih, Kapten Dr. Yanto, Kolonel Inf Heri.
Kemudian, Kolonel Ontang, Prada Kiki, Letkol Cpm Tedy, Kapten Cpm
Agung, Lettu Cpn Wiradi, Letda Cpn Tito, Sertu Bagus, Serda Karmin, dan
Pratu Bangkit.
Meski menyatakan seluruh penumpang tewas, Mabes TNI menyebut salah satu korban, yakni Lettu Cpn Wiradi masih dalam pencarian.
"Saat ini Pangdam VII Wirabuana sedang pimpin pencarian dan evakuasi,
karena masih ada satu korban Lettu Cpn Wiradi belum ditemukan,
sementara 12 sudah ditemukan," ujar Tatang. Ke-12 jenazah yang sudah ditemukan dibawa ke RS Bhayangkara Palu.
Mabes TNI menyatakan, tim investigasi sedang dibentuk untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. (kompas.com)
HabaPos | Helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171
jatuh di Dusun Pattiro Bajo, Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir
Selatan, Kabupaten Poso, Minggu sore kemarin. Heli membawa 13 penumpang dan semuanya dinyatakan meninggal. Saat ini
13 jenazah telah dievakuasi dan diterbangkan ke RS Polri Kramatjati,
Jakarta untuk identifikasi.
Dari 13 korban meninggal, 7 orang merupakan penumpang helikopter, sedangkan 6 lainnya adalah kru heli.
Jatuhnya helikopter TNI AD mengungkap sejumlah fakta menarik. Apa itu? berikut rangkumannya:
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Tatang Sulaiman di
Kantor Puspen TNI menyatakan, helikopter TNI jenis Bell 412 EP dengan
nomor HA 5171 yang jatuh di Poso masih dalam kategori baru.
"Setahu saya pengadaan tahun 2012 yang dibeli dari Kanada," ucap
Tatang Sulaiman di Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu 20 Maret 2016 malam.
Dia menjelaskan, sekalipun diduga jatuh lantaran faktor cuaca, helikopter TNI yang mengangkut 13 orang itu dalam kondisi layak terbang. "Kan itu masih baru (jadi layak terbang)," imbuh Mayjen TNI Tatang.
Dia menjelaskan, sekalipun diduga jatuh lantaran faktor cuaca, helikopter TNI yang mengangkut 13 orang itu dalam kondisi layak terbang. "Kan itu masih baru (jadi layak terbang)," imbuh Mayjen TNI Tatang.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman
menyatakan, para anggota TNI yang berada di helikopter yang jatuh tengah
terlibat dalam operasi Tinombala 2016. Di mana dalam operasi tersebut
mereka memburu kelompok teroris Santoso.
Pascakontak senjata terakhir pada 15 Februari yang menewaskan 2 anggota kelompok Santoso, diyakini mereka masih berada di hutan pegunungan di wilayah Lore Tengah dan Lore Peore. Kuat dugaan kelompok itu kesulitan bahan makanan dan kini telah terpecah-pecah dalam kelompok kecil.
"Iya (terlibat dalam operasi Tinombala)," ujar Tatang di Puspen TNI, Cilangkap, Jakarta, Minggu 20 Maret 2016 malam.
Dia pun menegaskan, Kolonel Infantri Saiful Anwar, yang menjabat sebagai Danrem 132 Tadulako tersebut, juga merupakan Satuan Tugas operasi di sana.
"Kan Dandrem (Kolonel Infrantri Saiful Anwar), di sana adalah termasuk satgas," jelas dia.
Pascakontak senjata terakhir pada 15 Februari yang menewaskan 2 anggota kelompok Santoso, diyakini mereka masih berada di hutan pegunungan di wilayah Lore Tengah dan Lore Peore. Kuat dugaan kelompok itu kesulitan bahan makanan dan kini telah terpecah-pecah dalam kelompok kecil.
"Iya (terlibat dalam operasi Tinombala)," ujar Tatang di Puspen TNI, Cilangkap, Jakarta, Minggu 20 Maret 2016 malam.
Dia pun menegaskan, Kolonel Infantri Saiful Anwar, yang menjabat sebagai Danrem 132 Tadulako tersebut, juga merupakan Satuan Tugas operasi di sana.
"Kan Dandrem (Kolonel Infrantri Saiful Anwar), di sana adalah termasuk satgas," jelas dia.
Korban helikopter jatuh di Poso, Sulawesi Tengah, akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Segala persiapan pemakaman pun tengah dilakukan petugas TMP Kalibata. Di antaranya menggali 13 liang lahat untuk jenazah korban.
Pengelola TMP Kalibata Bambang mengatakan, pihaknya sudah mulai menggali liang lahat sejak pukul 09.00 WIB atas permintaan TNI.
"Iya dari pagi, tadi siang kan hujan tetap kita gali," kata Bambang kepada Liputan6.com di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (21/3/2016).
Bambang mengatakan, liang lahat tersebut kini sudah siap dan tinggal menunggu 13 jenazah, yang akan lebih dulu diidentifikasi di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
"Finishing sudah oke," ujar dia.
Bambang memaparkan, 11 liang lahat berada di Blok Z, sedangan 2 lainnya berada di Blok AA. "Kan 11 itu yang meninggal korbannya beragama Islam, yang 2 itu Nasrani. Nah blok AA ini makam khusus yang beragama Nasrani," pungkas Bambang.
Presiden Jokowi turut berduka atas gugurnya 13 prajurit TNI dalam kecelakaan helikopter yang jatuh di Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
"Dukacita mendalam atas gugurnya 13 prajurit TNI dalam jatuhnya helikopter TNI AD HA 5171 di Poso. Mereka gugur jalankan tugas negara -Jkw," tulis Jokowi dalam akun twitternya @jokowi seperti dikutip Liputan6.com, Senin (21/3/2016).
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP mengatakan, hasil investigasi sementara yang dilakukan oleh pihak TNI, jatuhnya helikopter bukan karena faktor kesalahan manusia. Helikopter itu jatuh murni karena faktor alam.
"Presiden tentu sudah memerintahkan Menko Polhukam meneliti lebih lanjut. Tapi untuk sementara, laporan yang masuk adalah heli jatuh karena cuaca, disambar petir, bukan karena human error dan bukan karena mesinnya," ujar Johan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3/2016).
Segala persiapan pemakaman pun tengah dilakukan petugas TMP Kalibata. Di antaranya menggali 13 liang lahat untuk jenazah korban.
Pengelola TMP Kalibata Bambang mengatakan, pihaknya sudah mulai menggali liang lahat sejak pukul 09.00 WIB atas permintaan TNI.
"Iya dari pagi, tadi siang kan hujan tetap kita gali," kata Bambang kepada Liputan6.com di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (21/3/2016).
Bambang mengatakan, liang lahat tersebut kini sudah siap dan tinggal menunggu 13 jenazah, yang akan lebih dulu diidentifikasi di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
"Finishing sudah oke," ujar dia.
Bambang memaparkan, 11 liang lahat berada di Blok Z, sedangan 2 lainnya berada di Blok AA. "Kan 11 itu yang meninggal korbannya beragama Islam, yang 2 itu Nasrani. Nah blok AA ini makam khusus yang beragama Nasrani," pungkas Bambang.
Presiden Jokowi turut berduka atas gugurnya 13 prajurit TNI dalam kecelakaan helikopter yang jatuh di Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
"Dukacita mendalam atas gugurnya 13 prajurit TNI dalam jatuhnya helikopter TNI AD HA 5171 di Poso. Mereka gugur jalankan tugas negara -Jkw," tulis Jokowi dalam akun twitternya @jokowi seperti dikutip Liputan6.com, Senin (21/3/2016).
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP mengatakan, hasil investigasi sementara yang dilakukan oleh pihak TNI, jatuhnya helikopter bukan karena faktor kesalahan manusia. Helikopter itu jatuh murni karena faktor alam.
"Presiden tentu sudah memerintahkan Menko Polhukam meneliti lebih lanjut. Tapi untuk sementara, laporan yang masuk adalah heli jatuh karena cuaca, disambar petir, bukan karena human error dan bukan karena mesinnya," ujar Johan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3/2016).
Dia juga membantah adanya kabar helikopter tersebut jatuh karena
diserang oleh kelompok radikal Santoso. "Jadi ini benar-benar murni
karena cuaca, karena alam," kata Johan.(liputan6.com)
habapos| Jakarta- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan 36 rudal canggih AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs) kepada Indonesia. Total nilai penjualan senjata AS itu diperkirakan mencapai USD95 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DCSA) AS dalam keterangan tertulisnya melaporkan penjualan rudal canggih pada Indonesia itu.
DSCA adalah badan utama di Departemen Pertahanan AS yang bertanggung jawab untuk penjualan senjata, pelatihan dan mempertahankan kontak militer AS dengan negara-negara sekutu.
Penjualan senjata itu yang meliputi peralatan, pelatihan, dan dukungan logistik, masih harus disetujui oleh Kongres AS bulan ini. Satu pemandu rudal juga ikut dalam bagian penjualan tersebut.
“Juga termasuk dalam penjualan ini adalah; kontrol dukungan peralatan, suku cadang, jasa, logistik, teknis rekayasa kontraktor dan dukungan teknis, pemuatan adapter, publikasi teknis, pelatihan dan sosialisasi, alat uji, dan unsur terkait lainnya,”demikian penjelasan DSCA, seperti dikutip The Diplomat, Jumat (18/3/2016).
Pada bulan Mei 2015, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui penjualan rudal AIM-9X-2 Sidewinder ke Indonesia dengan nilai penjualan diperkirakan mencapai USD 47 juta. Kemudian, pada bulan Desember 2015, parlemen Indonesia meneken pengajuan anggaran USD38 juta untuk pembelian awal dari sejumlah rudal udara untuk Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Rudal canggih AS biasanya diproduksi oleh kontraktor pertahanan Raytheon. “Penjualan diusulkan guna meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mencegah ancaman regional dan memperkuat pertahanan Tanah Air-nya. Indonesia mampu menyerap peralatan tambahan ini dan dukungan di angkatan bersenjatanya,” lanjut keterangan DCSA.
Militer Indonesia saat ini juga menanti pasokan 10 pesawat jet tempur Su-35 Rusia yang kesepakatan akhir pembeliannya dijadwalkan diteken bulan April 2016 mendatang.
Namun, surat kabar Rusia, Izvestia, melaporkan, pasokan pesawat jet tempur Su-35 Rusia untuk Indonesia baru bisa dikirim mendekati tahun 2018. Penyebabnya, produsen pesawat tempur itu kebanjiran pesanana dari banyak negara dan Indonesia harus antre. (sindonews.com)
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DCSA) AS dalam keterangan tertulisnya melaporkan penjualan rudal canggih pada Indonesia itu.
DSCA adalah badan utama di Departemen Pertahanan AS yang bertanggung jawab untuk penjualan senjata, pelatihan dan mempertahankan kontak militer AS dengan negara-negara sekutu.
Penjualan senjata itu yang meliputi peralatan, pelatihan, dan dukungan logistik, masih harus disetujui oleh Kongres AS bulan ini. Satu pemandu rudal juga ikut dalam bagian penjualan tersebut.
“Juga termasuk dalam penjualan ini adalah; kontrol dukungan peralatan, suku cadang, jasa, logistik, teknis rekayasa kontraktor dan dukungan teknis, pemuatan adapter, publikasi teknis, pelatihan dan sosialisasi, alat uji, dan unsur terkait lainnya,”demikian penjelasan DSCA, seperti dikutip The Diplomat, Jumat (18/3/2016).
Pada bulan Mei 2015, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui penjualan rudal AIM-9X-2 Sidewinder ke Indonesia dengan nilai penjualan diperkirakan mencapai USD 47 juta. Kemudian, pada bulan Desember 2015, parlemen Indonesia meneken pengajuan anggaran USD38 juta untuk pembelian awal dari sejumlah rudal udara untuk Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Rudal canggih AS biasanya diproduksi oleh kontraktor pertahanan Raytheon. “Penjualan diusulkan guna meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mencegah ancaman regional dan memperkuat pertahanan Tanah Air-nya. Indonesia mampu menyerap peralatan tambahan ini dan dukungan di angkatan bersenjatanya,” lanjut keterangan DCSA.
Militer Indonesia saat ini juga menanti pasokan 10 pesawat jet tempur Su-35 Rusia yang kesepakatan akhir pembeliannya dijadwalkan diteken bulan April 2016 mendatang.
Namun, surat kabar Rusia, Izvestia, melaporkan, pasokan pesawat jet tempur Su-35 Rusia untuk Indonesia baru bisa dikirim mendekati tahun 2018. Penyebabnya, produsen pesawat tempur itu kebanjiran pesanana dari banyak negara dan Indonesia harus antre. (sindonews.com)
habapos | Kepulauan Mentawai - Danlanud Padang Kolonel Penerbang I Putu
Gede S mengatakan bahwa aktifitas warga Padang sudah kembali normal
pasca gempa yang berpusat di wilayah Kepulauan Mentawai. TNI dan
personel lainnya juga sudah melakukan patroli. Sampai saat ini tidak ada
laporan kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat gempa tadi malam.
"Kegiatan hari ini sebagian besar warga sudah normal kembali. Kita harapkan tidak ada gempa lagi, kalau pun ada gempa susulan mudah-mudahan kami sudah siap untuk mengantisipasinya," kata Gede di Lanud Padang, Sumbar, Kamis (3/3/2016).
Ditambahkannya, pemerintah daerah, BNPD, pihak TNI dan unsur lainnya sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk jika ada kejadian susulan. Mereka juga akan rapat koordinasi yang rencananya digelar di kantor Gubernur Sumber mulai pukul 15.00 WIB sore ini.
"Kemudian dari TNI AU sendiri , dengan melihat kejadian ini, pimpinan kami melalui Pangkaop dua kemudian kru skuadron 5, melaksakana peninjauan langsung seperti yang kita laksanakan tadi. Dapat kita lihat tadi disana (Mentawai) kondusif aman. Danrem pagi tadi juga sudah meluncur kesana," ujarnya.
"Kalau kita lihat situasi di sana, memang banyak rumah-rumah yang itu dibangun oleh Pemda untuk masyarakat disana. Dibangun di atas bukit karena untuk antisipasi terjadinya tsunami dan dirancang dari bahan-bahan anti gempa," tambahnya. (detik.com)
"Kegiatan hari ini sebagian besar warga sudah normal kembali. Kita harapkan tidak ada gempa lagi, kalau pun ada gempa susulan mudah-mudahan kami sudah siap untuk mengantisipasinya," kata Gede di Lanud Padang, Sumbar, Kamis (3/3/2016).
Ditambahkannya, pemerintah daerah, BNPD, pihak TNI dan unsur lainnya sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk jika ada kejadian susulan. Mereka juga akan rapat koordinasi yang rencananya digelar di kantor Gubernur Sumber mulai pukul 15.00 WIB sore ini.
"Kemudian dari TNI AU sendiri , dengan melihat kejadian ini, pimpinan kami melalui Pangkaop dua kemudian kru skuadron 5, melaksakana peninjauan langsung seperti yang kita laksanakan tadi. Dapat kita lihat tadi disana (Mentawai) kondusif aman. Danrem pagi tadi juga sudah meluncur kesana," ujarnya.
"Kalau kita lihat situasi di sana, memang banyak rumah-rumah yang itu dibangun oleh Pemda untuk masyarakat disana. Dibangun di atas bukit karena untuk antisipasi terjadinya tsunami dan dirancang dari bahan-bahan anti gempa," tambahnya. (detik.com)
habapos | Jakarta - Gempa terus terjadi di Mentawai, Sumbar. Siang ini yang terbaru gempa 5,1 skala richter (SR) terjadi di Mentawai.
Data dari BMKG, Kamis (3/3/2016), gempa terjadi pukul 13.03 WIB di Lokasi 4.83 LS, 94.07 BT, 658 km BaratDaya KEP-MENTAWAI-SUMBAR, Kedalaman 10 Km.
Belum diketahui apakah gempa ini dirasakan warga di Mentawai. detik.com
(dra/dra) Jangan sampai Anda lewatkan, fenomena alam langka di Indonesia, nantikan live streamingnya Gerhana Matahari Total 2016 hari Rabu,9 maret 2016 pukul 06:30 di detikcom! update infonya di sini
Data dari BMKG, Kamis (3/3/2016), gempa terjadi pukul 13.03 WIB di Lokasi 4.83 LS, 94.07 BT, 658 km BaratDaya KEP-MENTAWAI-SUMBAR, Kedalaman 10 Km.
Belum diketahui apakah gempa ini dirasakan warga di Mentawai. detik.com
(dra/dra) Jangan sampai Anda lewatkan, fenomena alam langka di Indonesia, nantikan live streamingnya Gerhana Matahari Total 2016 hari Rabu,9 maret 2016 pukul 06:30 di detikcom! update infonya di sini
![]() |
| data gempa di Indonesia |
habapos| Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat
selama kurun waktu 387 tahun, Indonesia sudah mengalami 175 kali
tsunami. Hampir semua kepulauan di Indonesia sudah mengalami kejadian
tsunami.
Selain itu terdapat 386 kabupaten/kota yang jumlah penduduknya 157 juta jiwa yang saat ini tinggal di daerah rawan. Daerah-daerah rawan itu mayoritas berada di Indonesia bagian timur.
"Sejak tahun 1629 Indonesia sudah mengalami kejadian tsunami. Dan selama itu ada 175 kali tsunami yang dialami Indonesia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di lantai 11 Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jl Pramuka, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
"Seperti di Bengkulu tahun 1833, kemudian di Sumbawa terjadi tsunami di tahun 1820. Kemudian penduduk yang terpapar bencana dalam kondisi bahaya tinggi ada 148,4 juta jiwa terpapar bahaya gempa bumi," lanjutnya.
Sutopo menambahkan tsunami yang besar umumnya terjadi karena beberapa hal. "Misalnya dislokasi vertikal, atau pada sesar naik atau sesar turun," ucap Sutopo.
Saat ini BNPB juga sedang melakukan antisipasi terhadap gempa bumi megathrust. Berbagai cara dilakukan yaitu dengan latihan gabungan internasional di Padang dan Mentawai.
"Kami kerja sama dengan Basarnas, INSARAG, dan UNOCHA. Kita juga sedang melakukan pelebaran dan perkuatan jalan by pass di Kota Padang untuk evakuasi. Dan mewajibkan gedung-gedung pemerintah sebagai elevated evacuation building," jelasnya.
Selain itu terdapat 386 kabupaten/kota yang jumlah penduduknya 157 juta jiwa yang saat ini tinggal di daerah rawan. Daerah-daerah rawan itu mayoritas berada di Indonesia bagian timur.
"Sejak tahun 1629 Indonesia sudah mengalami kejadian tsunami. Dan selama itu ada 175 kali tsunami yang dialami Indonesia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di lantai 11 Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jl Pramuka, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
"Seperti di Bengkulu tahun 1833, kemudian di Sumbawa terjadi tsunami di tahun 1820. Kemudian penduduk yang terpapar bencana dalam kondisi bahaya tinggi ada 148,4 juta jiwa terpapar bahaya gempa bumi," lanjutnya.
Sutopo menambahkan tsunami yang besar umumnya terjadi karena beberapa hal. "Misalnya dislokasi vertikal, atau pada sesar naik atau sesar turun," ucap Sutopo.
Saat ini BNPB juga sedang melakukan antisipasi terhadap gempa bumi megathrust. Berbagai cara dilakukan yaitu dengan latihan gabungan internasional di Padang dan Mentawai.
"Kami kerja sama dengan Basarnas, INSARAG, dan UNOCHA. Kita juga sedang melakukan pelebaran dan perkuatan jalan by pass di Kota Padang untuk evakuasi. Dan mewajibkan gedung-gedung pemerintah sebagai elevated evacuation building," jelasnya.
![]() |
Sosialisasi bencana gempa bumi megathrust juga menjadi faktor utama dalam kesiapsiagaan antisipasi gempa. Hingga saat ini juga ada sekitar 55 sirine peringatan tsunami dari BMKG yang terpasang di antara Sabang sampai Merauke.
"Satu sirine mencover radius 2 kilometer persegi. Sayangnya sirine tersebut banyak yang belum berfungsi. Seperti misal harusnya sirinenya dibunyikan petugas, karena petugasnya ikut lari juga pas gempa jadi tidak ada yang membunyikan," tutur Sutopo. (detik.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Post
-
habapos.com | K ali ini Satelit Indonesia kembali update channel Palapa D terbaru. Sebenarnya telah ada beberapa perubahan dari daftar...
-
PRIA yang satu ini punya banyak nama panggilan. Nama lahirnya adalah Ibrahim bin Achmad, namun di kalangan pekerja pers dan beberapa ka...
-
SYAMTALIRA BAYU- Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, wajib memperjuangkan almarhum Teungku Cot Plie...
-
SABTU, 30 Oktober 1976, sekitar pukul 8.30 pagi. Perahu yang ditumpangi Hasan Tiro dari Malaysia merapat di Pasi Lhok, sebuah desa ne...
-
HabaPos| Lhokseumawe- Ketua Mua’limin Aceh, Tgk. Zulkarnaini bin Hamzah, menyatakan, alasan dirinya mengibarkan bendera bintang bulan d...
-
habapos | Lhokseumawe - Ketua Umum Partai Aceh (PA), H. Muzakir Manaf kerap disapa Mualem, menanyakan sikap anggota DPRK dari Fraksi PA...
-
portal nanggroe aceh | Aceh Utara - Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, membangun Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di kampus utama ...
-
habapos | Aceh - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengirimkan surat permintaan maaf kepada Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia a...
-
habapos.com | Lhokseumawe – Kursi empuk pejabat Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Kabupaten Aceh Utara, kini mulai goyah. Be...
-
habapos.com | ACEH UTARA - Kafilah MTQ Aceh Utara, siap untuk merebut juara MTQ tingkat Aceh, ke-32 yang sedang berlangsung di Nagan Raya...








